Pemerintah

Rencananya TPU Kp. Baru Pesantren Sukadana Akan di Perluas

NEWSREDAKSI7.com – Kabid Taman Dinas LH Kabupaten Garut Dangsani beserta Jajaran Forkopimcam Garut Kota melakukan monitoring pada agenda perencanaan pengadaan tanah TPU Pesantren Sukadana RW 21 Kelurahan Kota Kulon.

Saat dipintai keterangan Kabid Taman Dangsani menerangkan, katanya, ” Bahwasannya Perencanaan pengadaan tanah makam yang terletak di RW 21 kalau nggak salah, peruntukannya untuk kelurahan kota Kulon di kampung pesantren, karena kita tahu sendiri bahwa pemakaman yang ada di wilayah Kelurahan Kota Kulon yang di daerah Sukadana Kp. Baru itu sudah padat, makanya sesuai perintah pimpinan Kepala Dinas dan Pak Bupati, Wakil Bupati bahwa harus direncanakan pengadaan tanah makam yang untuk di daerah Kota Kulon itu yang menampung beberapa RW, ungkap Dangsani kepada wartawan, Selasa (16/02/21)

” Pada dasarnya sudah dianggarkan dalam perencanaan sekitar 600 juta yang nanti di alokasikan di kampung pesantren yang luasnya mungkin nanti diperhitungkan oleh Afrizal apa bisa berapa harganya per meternya cukupnya nanti dengan anggaran segitu apa berapa ratus tumbak atau berapa ribu meter persegi, ujarnya.

Nampak pada monitoring tersebut Kabid Taman Dangsani bersama-sama Camat Garut Kota Teten, Kepala Kelurahan Kota Kulon Dede Nasir berikut masyarakat antusias sekali menunggu pengadaan tanah makam tersebut karena masyarakat memang sangat membutuhkan khususnya masyarakat Pesantren Sukadana.

Dangsani menambahkan, menurut pengajuan warga TPU Pesantren Sukadana karena sudah padat bahkan ada yang sudah puluhan tahun bertumpuk, maka memohon pelebaran TPU kepada Pemerintah untuk membuka TPU baru, oleh sebab itu Pemerintah Daerah mengalokasikan anggaran pengadaan tanah dan ini bisa membantu meringankan masyarakat dalam perihal pemakaman, karena memang pemerintah kewajibannya khusus 20% itu wajib untuk mengadakan pengadaan makan, jelasnya.

Rencananya mudah- mudahan di tahun 2021 sudah tertuang dalam DPA tinggal kita melengkapi ada pengukuran dari BPN, ada pembanding harga yang dilaksanakan oleh Afrizal, dikatakan Dangsani, proses pengadaan tanah TPU paling lambat sekitar 8 minggu, paling cepat sekitar satu bulan lagi juga beres kalau memang administrasinya sudah memenuhi syarat, pungkasnya. Ajang Pendi.

Ahmad77

Related Articles

Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker